Hari Valentine atau jg sering disebut Hari Kasih Sayang,untuk saat ini oleh masyarakat Indonesia khususnya para remaja diwujudkan memberikan bunga atau coklat kepada orang yg dikasihi. Saya masih ingat waktu saya pertama kali merayakannya, waktu itu saya memberikan sekuntum bunga mawar yang saya beli dari teman sekelas, pada kekasih saya yang sekelas jg dengan menaruh bunga di dalam bangku kelas tanpa memberikan langsung dan tanpa mengucapkan apapun karena terlalu malu, sempat kekasih saya dulu itu bertanya tanya, siapa yg memberikan bunga tapi akhirnya tidak beberapa lama sadar jg. Entah kejadian saya di masa lalu masih berlaku untuk sekarang atau tidak. Karena remaja menggunakan kesempatan Valentine's day untuk melakukan hal hal di luar batas kewajaran. Hal tersebut yg membuat adanya wacana untuk mengharamkan Valentine's day. Menurut saya pribadi, kita hidup di Indonesia yg plural dengan banyak budaya dan keanekaragaman tapi tetap menjunjung persatuan, tidak perlu mengharamkan segala sesuatu hal. Yang penting adalah memberikan pengertian terutama bagi remaja Indonesia mana yg baik dan mana yg tidak. Terus terang saya gerah jg dengan pe labelan haram, baik untuk film,pekerjaan dsb. Misal di kediri, haram ojek wanita, pernah terpikir kenapa wanita itu jd ojek?Kl melarang memang karena bersentuhan dgn bukan muhrimnya,tapi solusi selanjutnya apa?Mungkin saja wanita itu jd ojek krn desakan ekonomi, bila dilarang cari uang,apa yg memberi label haram mau memberi uang?
Satu hal terakhir, saya jg mempertanyakan keefektifan dari penlabelan haram, kita bukan di negara islam tapi negara pancasila. Penlabelan haram thd segala sesuatu tanpa pendapat atau dasar yg kuat hanya akan membuat masyarakat pada umumnya akan mencibir.
Mohon maaf bila ada kata kata yg kurang pas atau tidak bs diterima.
Silakan bila ada tanggapan.
Minggu, 14 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
